Menjadi seorang developer properti jadi profesi yang banyak diincar, tetapi banyak yang ragu untuk memulainya. Profesi ini memang cukup menggiurkan dengan keuntungan bisnis mencapai 25 sampai 35 persen, tetapi risiko dan tantangannya juga tak kalah menantang. Lalu, bagi yang belum berpengalaman sama sekali dalam industri ini, bagaimana cara menjadi developer properti untuk pemula yang bisa dilakukan agar tak cepat tumbang?
1. Miliki Mindset Seorang Developer Properti yang Sukses
Sebelum memutuskan menjadi seorang developer properti, pastikan Anda memang memiliki jiwa, semangat, dan mindset seorang entrepreneur. Pasalnya, setiap bisnis mempunyai dinamikanya masing-masing. Selalu ada peluang untuk sukses, selalu ada pula peluang untuk rugi.
Mindset yang perlu Anda tanamkan adalah bahwa seorang developer properti adalah orang yang membangun bisnis mulai kecil, tetapi https://antadeldorado.com/ seiring dengan banyaknya pengalaman, makin besar pula modalnya.
2. Belajar dan Pahami Tahapan Pengembang Properti
Bermodalkan mindset dan keyakinan saja tidak cukup untuk menjadi seorang pengembang properti. Bagaimanapun, bisnis harus dijalankan dengan logika, memerlukan technical skill, dan pengetahuan yang tepat.
Secara umum, beberapa tahapan pengembangan sebuah properti adalah sebagai berikut:
- Pencarian lahan properti yang tepat
- Survei lahan berikut lingkungan sekitar
- Pengecekan legalitas tanah
- Pengurusan perizinan
- Pembebasan lahan
- Pengurusan sertifikat dan perizinan
- Pemasaran properti
- Pembangunan unit
- Serah-terima pada pembeli dan layanan after sales
Namun, apakah mengetahui tahap-tahap ini saja cukup? Tentu tidak. Sebab dalam praktiknya, ada beberapa keterampilan lain yang harus Anda penuhi untuk dapat menjalankan tahap-tahap berikut, seperti analisis, manajemen proyek, manajemen risiko, dan lain sebagainya.
3. Analisis dan Rencanakan dengan Matang Konsep Proyek Properti Anda
Sebagai konsumen properti pun, Anda tentu memiliki pandangan dan penilaian terhadap hal-hal apa yang dapat ditingkatkan, apa yang sudah baik, dan lain sebagainya. Pengalaman ini dapat menjadi bekal Anda dalam mewujudkan bisnis pengembangan properti yang diharapkan.
Tentunya, Anda juga perlu membuat perencanaan yang benar-benar matang mengenai konsep proyek properti yang bakal dijalankan. Anda bisa memulainya dengan melakukan analisis target market, kondisi pasar, pemilihan lokasi yang strategis dan menjanjikan, proyeksi keuangan, penentuan harga properti yang akan ditawarkan, dan sebagainya.
Memulai bisnis sebagai developer properti juga tidak harus membutuhkan modal yang besar. Anda bisa membuat konsep secara bertahap dari skala kecil, tetapi dengan tetap memproyeksikan gambaran dan ide besarnya.
4. Lakukan Kolaborasi dengan Pihak Lain
Bisnis pengembang properti adalah bisnis jangka panjang. Cakupan pekerjaan yang dilakukan pun sangat luas dan kompleks sehingga tidak mungkin Anda dapat melakukannya seorang diri.
Oleh sebab itu, cara menjadi developer properti buat pemula—terlepas dari berapapun umurnya—adalah memperluas relasi sehingga dapat menemukan partner bisnis yang dapat diandalkan. Anda dan mitra harus memiliki visi dan misi yang sama untuk meminimalkan terjadinya konflik yang berdampak pada bisnis.
Partner yang Anda butuhkan pun beragam. Selain orang-orang di lapangan, Anda juga memerlukan investor properti, kerja sama dengan pihak bank, hingga beberapa tokoh masyarakat sekitar.
Baca Juga : Bupati Purwakarta: Perlu Perbaikan Manajemen Properti Milik Pemerintah